Perang Rusia Vs Ukraina kembali menghangat setelah rudal Rusia menghantam kota Lviv di Ukraina barat. Serangan itu menimbulkan ledakan besar dan membuat warga panik.
Wali Kota Lviv, Andriy Sadovyi, melaporkan bahwa pertahanan udara Ukraina menangkis puluhan rudal yang datang dari berbagai arah. Suara dentuman keras menggema sepanjang malam di wilayah tersebut.
Polandia Siaga Setelah Serangan ke Lviv
Letak Lviv yang berdekatan dengan Polandia membuat negara tetangga itu langsung bersiap. Angkatan bersenjata Polandia menurunkan jet tempur dan mengaktifkan sistem pertahanan darat untuk mengamankan langit mereka.
“Pesawat Polandia serta sekutu kini beroperasi di udara kami. Semua radar siaga penuh,” ujar Komando Operasional Polandia di platform X.
Bukan hanya Polandia, bandara di Lituania juga sempat ditutup karena laporan ancaman udara dari arah Ukraina. Beberapa penerbangan komersial pun terpaksa dialihkan.
Serangan Rudal Rusia Tewaskan Lima Orang
Serangan rudal Rusia menewaskan lima warga di Zaporizhzhia dan Lviv. Selain korban jiwa, serangan itu juga menghancurkan infrastruktur vital dan memutus listrik bagi lebih dari 70 ribu penduduk.
Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko, mengecam serangan brutal ini. “Rusia terus menargetkan infrastruktur penting yang menopang kehidupan rakyat kami,” tegasnya.
Zelensky Desak Dukungan Pertahanan Udara
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, meminta bantuan tambahan dari sekutu Barat. Ia menilai Ukraina membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara agar warga bisa hidup aman.
“Kami butuh lebih banyak perlindungan dan dukungan nyata dari seluruh perjanjian pertahanan,” ungkap Zelensky.
Pemadaman Listrik dan Transportasi Lumpuh
Serangan besar itu menyebabkan listrik padam di sebagian wilayah Lviv dan Zaporizhzhia. Ribuan rumah gelap gulita, dan transportasi umum berhenti beroperasi.
“Sebagian rute transportasi kami lumpuh total akibat serangan besar ini,” kata Sadovyi.
Kondisi serupa terjadi di Ivano-Frankivsk, di mana transportasi berjalan lambat karena kerusakan jaringan energi.
Perang Rusia Vs Ukraina kini memasuki tahun keempat tanpa tanda-tanda berakhir. Serangan demi serangan menunjukkan bahwa konflik ini masih jauh dari kata damai.





