Sejak konflik AS-Iran memuncak pada 28 Februari 2026, maskapai terbang di tengah konflik tetap menjalankan penerbangan terbatas untuk mengevakuasi penumpang. Maskapai internasional menyesuaikan jadwal demi keselamatan dan prioritas perjalanan penting, termasuk medis dan kemanusiaan.
Maskapai Utama Tetap Terbang di Tengah Konflik
Qatar Airways Tetap Layani Penerbangan Repatriasi
Qatar Airways menjalankan beberapa penerbangan khusus dari Muscat dan Riyadh ke London, Paris, Madrid, Roma, dan Frankfurt, menolong penumpang yang terjebak akibat penutupan ruang udara.
Emirates dan Etihad Airways Operasikan Rute Aman
Emirates mengoperasikan 106 penerbangan harian ke 83 tujuan. Etihad Airways menyesuaikan jadwal dari Abu Dhabi dan Dubai, menjaga keselamatan penumpang di tengah konflik.
Maskapai Israel: El Al, Israir, dan Arkia
El Al dan Israir tetap melayani rute ke Tel Aviv dari beberapa kota Eropa, sedangkan Arkia menambah penerbangan Roma-Tel Aviv jika situasi memungkinkan.
Turkish Airlines, Air France, dan Air India
Turkish Airlines membatalkan penerbangan ke sebagian besar negara Timur Tengah. Air France menunda rute ke Dubai, Riyadh, Tel Aviv, dan Beirut. Air India menyiapkan penerbangan repatriasi Mumbai-Dubai-New Delhi.
Kuwait Airways Alihkan Penumpang Lewat Jeddah
Kuwait Airways memindahkan penumpang yang telah memesan agar tetap bisa melakukan perjalanan aman.
Tips Bagi Penumpang di Tengah Konflik
-
Selalu cek jadwal maskapai secara berkala.
-
Hubungi maskapai sebelum ke bandara untuk memastikan rute tetap aman.
-
Prioritaskan perjalanan mendesak, termasuk medis dan keluarga lanjut usia.
-
Siapkan dokumen penting seperti paspor, tiket, dan identitas tambahan.
Kesimpulan
Maskapai terbang di tengah konflik tetap beroperasi meski ruang udara Timur Tengah terbatas. Penumpang dianjurkan untuk selalu memperbarui jadwal dan mengikuti arahan maskapai demi keselamatan.




